Bila aku macam-macam bisa dipecatnya aku nanti, dan angan-anganku untuk melanjutkan kuliah bisa berantakan. Bokep hijab Hampir setiap pulang sekolah, Non Juliet akan pura-pura belajar bersama temannya. Aku bekerja sebagai seorang sopir di Malang. “Non…, saya juga hampir keluar..”, kataku. Namanya Juliet. “Ayo penisnya taruh di sini mas…”, kata Non Juliet lagi. Pipinya yang putih tampak menggelembung terkena batang kemaluanku. Tak berapa lama kemudian kamipun berciuman. Tangannya yang mungil melepas kancing celana jeansku, dan membantuku membukanya. Tubuhnya tampak berayun-ayun, dan segera kuremas dari belakang. “Saya di luar saja Non”. “Ayo jangan ragu-ragu…”, perintah Non Juliet melihat aku agak ragu. Tak terasa penisku sudah mengeras menyaksikan pemandangan itu. Di mobil dalam perjalanan pulang, Juliet memberiku uang Rp 1.000.000,-.“Ambil mas, buat uang lelah, Tapi janji jangan bilang siapa-siapa tentang yang tadi ya”, katanya sambil tersenyum.




















