“Satu….dua…tiga…”, mbak Ratih mulai menghitung. Bokeb Aku menghentikan aksiku. Mbak ratih menggelinjang. “Ntar juga kamu bakal ngerasain koq yang namanya kuliah gimana”, katanya. “Ratih, ratih, ratih”, panggilku. Wow ia lakukan itu seperti seorang pro. Aku lalu melepaskan semua bajuku. Dan mbak Ratih nurut saja, kini kocokan mulut, hisapan dan jilatan menyatu membuat sensasi penisku serasa ngilu. Sampai kemudian ketika iklan aku nyeletuk. Aku lalu mematikan tv dan membopong mbak Ratih. Ia tak sadar apa yang terjadi tadi malam. “Ya Den”, katanya. Lalu ia telah semuanya. “Jangan hiraukan suara lain selain suaraku”, kataku. Iseng saja sebenarnya, aku belajar hipnotis. “Kemudian, satu-satunya yang mbak patuhi adalah suaraku, setelah aku panggil nama mbak diulang tiga kali. “Sudah, sudah…buka bajumu!”, kataku. Aku bisa lihat ternyata dadanya besar juga.




















