Selama aku bertanya kepadanya, ia cuma menjawab singkat dengan kata-kata iya dan tidak. Bokep hijab dan lagi.. Makanya besok sengaja aku memilih waktu sore hari karena aku ingin mengajaknya menginap, kalau dia mau. Aku meringis.“Kalau punya Mas yang sekarang, kayaknya Santi nggak bisa?”, ujarnya. Akhirnya dia tersenyum juga. Eksanti tertawa sambil mencubit batang kejantananku. Aku cuma mengangguk, padahal aku tidak tahu apa yang mesti aku janjikan lagi.Eksanti akhirnya membuka kaos ketat warna orange-nya di depan mataku. Aku malah sempat menekan tubuh Eksanti hingga punggungnya bersandar di dinding. Sambil berbaring Eksanti membuka pengait bra di punggungnya. aakuu.. Eksanti semakin melebarkan kedua pahanya, sementara tangannya melingkar erat di pinggangku. Aku jadi berpikiran untuk memaksanya saja melakukan persetubuhan, tetapi hal itu bertentangan dengan hati nuraniku. “Maafkan aku, Santi.. Mulutku meraup bibirnya. Perlahan telapak tanganku aku tarik dari punggungnya melalui ketiaknya. “Occhh..”, Eksanti semakin kaget ketika tangannya menyentuh kejantananku yang telah




















