Kalau kamu mau, aku rela jadi istrimu, asal kau juga mencintai anak-anakku, dan menjadikan mereka juga sebagai anakmu”, katanya.Aku lalu memeluknya, “aku bersedia mbak”.Setelah itu entah berapa kali aku mengulanginya dengan mbak Dewi, aku mulai mencoba berbagai gaya. Bokep live Mbak Dewi meremas rambutku, menjambakku. Tapi aku tak yakin apakah ia cinta juga kepadaku. Dan di dalam mobil itu aku benar-benar berdebar-debar.“Capek Dek Iwan?”, tanyanya.“Iyalah mbak, di kereta duduk terus dari pagi”, jawabku. Mbak Dewi berusaha melepas bajuku, dan tanpa sadar, aku sudah hanya bercelana dalam saja. Plok…plok..plok..cplok..!! Pahanya membuka, dan ia arahkan penisku masuk ke liang itu. Ia menggelinjang. Aku baru sadar ketika aku menelpon hp-nya dan dia mengangkatnya. Dia jilati bagian pangkalnya, ujungnya, lalu ia masukkan ujung penisku ke dalam mulutnya.




















