Aroma dan pesonanya yang begitu maskulin memabukkanku. Bokep live Kami waktu itu cuman temenan aja. Mungkin aku memiliki sedikit bakat dalam bahasa. Kita sudah berkenalan pada cerita ‘Am I A Gay?’. “Seharusnya aku yang bertanya.” Aku meringis. Dan bahkan sedikit menggigit sesekali. “Waktu itu masih polos. Pada saat bersamaan iramanya menjadi liar, dan lebih mendesak.Pada saat itu juga aku terkesiap. Selian itu juga, aku ada mengikuti les bahasa Mandarin untuk persiapanku entah untuk keperluan apa saja di masa depan. Dan bahkan sedikit menggigit sesekali. Kami menjadi lebih sering keluar hanya berdua saja. Hanya ‘having fun with friend’ aja, kurasa.”
“Beneran nih?” tanyanya menantang. Lidah kami bertemu, saling bertaut. Sepertinya aku mendorongnya tepat pada saat dia menggigit bibirku.Setelah sadar dari keterkejutannya, Fung mencengkram bahuku dan menekanku ke jok kursi mobilnya.“Ada apa ini?” kemarahan terbersit dalam nada suaranya.




















