Lebih gila lagi malahan sekarang dia menutup kedua matanya, sambil berdesis pelan. Kali ini, sungguh sulit saya orgasme, konsentrasi saya buyar total, setelah Yanti memanggil saya dengan sebutan “Mas”, aduh saya ini boss-nya.Tapi “what the hell, what will be, will be”. Bokep live Saya lepas segera semua baju yang saya kenakan juga CD saya. Rupanya dia sedang menikmati semaksimalnya orgasme dan keheningan sesaat yang timbul pada dirinya.Setelah dia agak tenang, saya baru kembali memompanya, terasa agak kering sekarang vaginanya, habis lendirnya. Sudah tidak ingat lagi antara boss dan karyawatinya.Saya letakkan prop USG tersebut, sekarang yang memeriksa jantungnya adalah tangan kanan saya di payudara kirinya. “Tanggung” pikir saya. Saya arahkan prop USG tepat di jantungnya, dengan pembesaran 200 X, saya mulai “membaca” ruang-ruang jantungnya.




















