Siapa tahu dia menunggu action kamu? Dan jauh dari rumah, supaya lebih aman.———-Obrolan kami makin seru setelah masa “ice-breaking” tak lama dilalui. Bokep indo terbaru tapi masa tiba-tiba “nyerang”, begitu. Alia menelepon memintaku menunggu di dekat Mess lalu berdua kami ke hotel. Mulus kulit “pembungkus”nya. Alia menolak tubuhku ke samping dan bangkit. Semacam curhat. “Tapi..” Alia bangkit duduk. Di kamar hotel. Aku amati dadanya dari samping, rasanya wajar-wajar saja. Dengan gemas kedua telapak tanganku meremasi kedua bukit itu.“Aah.. Perpisahan memang harus terjadi, setelah kemesraan kami nikmati. Kapan? Semacam curhat. Kita banyak waktu. Masih menatapi tubuhnya bahkan sempat berpikir, mulai dari mana? Engga sabaran “dia”, sejak dua hari lalu “nganggur” saja. “Lebih indah kalau kita berdua bisa ke puncak.”
“Mas, kita engga usah bahas ini lagi, OK?”
“Okay, okay.” Kupeluk tubuhnya.




















