Dia menjerit keras melepas orgasmenya.Aku mencabut senjataku yang berlumuran dengan cairan kewanitaannya. Bokep korea Namun siapa sih lelaki yang tidak mau senjatanya BESAR. Agak seret namun nikmat sekali. Satu orang penduduk asli yang mengantarku aku lihat masih menungguku.Jam 12.00 Malam aku baru sampai rumahku di daerah Cibubur. Aku gendong tubuhnya dan aku rebahkan perlahan di atas ranjang yang empuk. Seribu pertanyaanku tidak terjawab sampai aku terbuai dalam mimpi. dari kantor aku sudah membayangkan bagaimana puasnya istriku nanti. Aku lihat Lily terpejam nikmat menikmati masuknya senjataku kedalam kemaluannya senti demi senti. sementara tiap malam dalam tiga hari itu. sungguh tempat yang sangat terpencil. Kadang dadaku dielus-elus, bahkan kadang aku lagi pulas. meskipun kulitnya sudah banyak keriput. dan setelah terasa cukup Lily langsung menduduki senjataku yang masih kaku. tadi kok Mama rasakan punya Papa jadi lain?”
“Apanya yang lain Mah?”
“Rasanya jadi tambah besar, panjang dan keras sekali!”Aku jadi bingung sendiri.




















