Cuih….munafik, makiku dalem hati karena aqu tahu mereka itu di luar paKirg terlihat sangat religius, terutama Pak Sharif, ia begitu fasih bicara tentang moral dan agama, padahal kebusukannya baru saja kurasakan tadi. Bokep mom Ctarrrr.. buah dada dan perutnya kembali dipecuti oleh Pak Ahmad. Hayo siapa? lampu padam dan lift berhenti bergerak.“Aaww…!” Nia menjerit kecil, ia panik memeluk lenganku.Aqu juga kaget, tapi dapat segera menguasai diri kembali.“Jangan panik…jangan panik…bapak ibu, hanya gangguan kecil saja!” kataqu seperti pramugari menenangkan penumpang, “Bang Yadi, tolong tekan tombol daruratnya, keliatan ga?” aqu minta bantuan Yadi yg berdiri dekat tombol lift.“Udah Mbak, tapi gak tau alarmnya mati juga, kita tunggu aja!” balasnya.Semenit….dua menit….tiga menit….masih belum terjadi apa-apa, lift masih gelap dan belum menyala, Nia berpegangan makin erat pada lenganku, si lelaki dari parpol koalisi sedang komat-kamit membaca doa.“Bang coba pencet lagi tombolnya!” pintaqu lagi.“Iya Neng ini aqu lagi pencet terus tapi belum


















