Dari lubang kunci aku lihat mereka sedang membaca. Tante berbaring terlentang, mukanya tertutupi majalah “Femina”, terdengar dengkur sangat halus dan teratur. Bokeb “Aaaaaaaaaahhhhhh” sambil berteriak aku muncrat. Pahanya yang lumayan mulus enak dielus-elus. Mungkin juga. Seorang wanita muda, berkulit bersih, dan .. Tapi aman engga ? Ketika ia sedang menyapu di kamarku, kupeluk ia dari belakang.Sapunya jatuh, sejenak ia tak berreaksi. gosok lagi.. Dibanding punya siapa” pancingnya. Apa itu Tante ?” “Kamu engga tahu ?” “Bener, Tante. meskipun hanya dari cara memandang. Tapi kamu tadi ada kemajuan dibanding kemarin” “Tak adil rasanya. Tadi Tante bilang membutuhkan Tarto.Maksudnya gimana Tante ?” “Iya.sama seperti kamu, Tante juga ingin setiap hari” Klop ‘kan ? Tiba-tiba pintu kamar Tante terbuka. Mumpung masih ada kesempatan. Setelah aku jelaskan asal-usulku, wajahnya berubah cerah. ?Engga juga.? Kutarik tangannya dari penisku. “Tante, cabut dulu kuncinya, saya mau coba” bisikku.Tante tersenyum, masuk lagi ke kamarnya.




















