“Sekarang…,” ia mendesah lirih beberapa menit kemudian. Bokep asia Lengannya terulur meraih pundakku. “Ssshhh,” ia mendesis. “Ahkkk,” ia mendesah. “Arrrgghh.” Aku sudah gelap mata. Waktu membawa keheningan. Katanya, “Aku masih ingin dibelai dan dikecup.” Aku tersenyum dan mengangguk. Kutepis lengannya. Lalu ia tertawa. Lalu ia menarik sebelah kantung matanya dengan jemari telunjuk, sambil mengeluarkan lidah. Tapi kedua lengannya menahan pundakku. “Selanjutnya, aku menyuruhmu terlelap.” Ia lalu berhenti menyisiriku, kemudian memelukku. Ia.Pagi menjelang. “Kamu akan menghilang besok pagi?” Kudengar ia tertawa lirih. Sambil tersenyum lega, kuanggukkan kepalaku. “Maaf, aku hanya menggoda.”
“Jangan lagi.”
“Tentu tidak,” sahutnya. “Tak apa-apa. Masih kudengar ia tertawa di belakangku. “Perjaka,” bisiknya dengan tersenyum. Aku tak tahan lagi. “Buka bajumu,” ucapnya sambil tersenyum. Aku tahu.”
“Aku sedikit kasar. Kulihat ia memandangku, masih dengan senyuman di bibirnya.




















