“Sama-sama”, Om Ridwan tersenyum. Bokeb Entah apa yang mendasari ia menjalani profesi ini. Pembicaraan awal menuju ke sebuah pembicaraan inti. Laki-laki itu terlihat semakin tegang ketika Cinta berjalan menuju ke arahnya dan melempar senyuman. Om Rudi melepaskan jabatan tangan mereka. “Bu-bukan gitu Ta, bukan.. “Boleh dong Om, boleh banget”, sahut gadis cantik itu begitu selesai memakai kaos ketat model tanktopnya. “Gak apa-apa”, Cinta tersenyum.Rido adalah seorang pengusaha muda. “Ini Om..”, Cinta memutar laptop tersebut sehingga dapat dilihat oleh Om Ridwan.Sejenak Om Ridwan tenggelam membaca secara serius skripsi tersebut. Direktur di sebuah perusahaan ekspor impor milik orang tuanya. “Terus gimana dong Om?”. Keduanya saling memandang. Ia terlihat serius mengulir dan meng-klik mouse, sambil memperhatikanwebsite yang bergantian muncul di layar. Om Ridwan berdehem. Ternyata Cinta salah memprediksi. Cinta membiarkan saja tangan Om Ridwan mengeksplorasi pahanya. Gadis itu lalu membalikkan tubuhnya dan melihat Rido sudah hampir selesai memakai kembali




















