“Auwww.., sakit dong Vhira..!” kataku sambil agak meringis. Dia menelan semua cairan spermaku, terasa agak ngilu juga tetapi nikmat. Bokeb Vhira seperti tidak mendengar ucapanku, dia masih tetap saja memaju- mundurkan kepalanya.Mendapat perlakuannya, akhirnya aku tidak kuat juga, aku sudah tidak kuat lagi menahannya, “Rev, Aku mau keluar.. nggak laku Vhira.. Aku juga heran, kenapa aku bisa lama juga keluarnya.Tubuh kami berdua sudah basah oleh keringat, kami masih mengayuh bersama menuju puncak kenikmatan. Kemudian kubungkukkan badanku, lalu kuhisap puting susunya.“Aakkhh.., teruss.., Sayangg..! Ia mendesah kenikmatan“Aahh Ndree..!” Mendengar desahannya, aku semakin bernafsu, tanganku mulai menjalar ke belakang, ke dalam t- shirt-nya. Kemudian kutarik tubuhnya ke bawah, sehingga kakinya menjuntai ke lantai, terlihat kemaluannya yang menyembul.Pahanya kulebarkan sedikit, kemudian kuarahkan kemaluanku ke arah liang senggama yang merah merekah.Perlahan tapi pasti kudorong tubuhku. Asal jangan ngasih racun.” katanya sambil tersenyum.“Bisa juga bercanda nih cewek, aku kasih obat perangsang baru




















