Memang tingkahku tak ubahnya seorang anak balita.Tangisanku baru berhenti setelah Bapak berjanji akan membelikanku motor. Namun aku tak tahu dan sama sekali tak merasakan apa-apa karena polos meskipun Lidya menekan dadanya cukup kuat ke dadaku. Bokep arab Aku memang mudah sekali disogok. Lidya ikut berbaring di sampingku. Begitu dekatnya sehingga aku bisa merasakan kehangatan hembusan napasnya menerpa kulit wajahku. Hubunganku dgn Lidya memang akrab sekali, meskipun tak bisa dikatakan berpacaran.Seperti biasanya, setiap hari Sabtu sore aku selalu mengajak Bobby, anjing pudel kesayganku jalan-jalan mengelilingi Monas. Sehingga pahanya jadi terbuka cukup lebar. Tante Amanda dan Oom Joko juga berpakaian seperti mau pesta. Lidya mulai menciumi wajah dan leherku. Aku memang tumbuh menjadi anak yg manja. Katanya cuma mau merayakannya sama kamu”, kata Tante Amanda Iangsung memberitahu. “Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aku datang ke rumah Lidya.




















