“Sekarang kamu umur berapa?” tanyaku lagi. Bokep hot Tapi aku bosan juga dan hasrat ingin nge-gituin si Ine semakin besar saja. Pada akhirnya aku keluar juga. Ya sudah ah, besok aku minta maaf saja dengan dia dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.Benar saja, besok itu dia ternyata agak takut kalau lewat depanku. “Iya saya janji”, jawabku.Sebulan setelah peristiwa itu memang aku tidak ada kepikiran untuk menggituin dia lagi. Setelah itu langsung kutindih saja badannya. Setelah itu dia kusuruh tiduran,“Mas mau ngapain?” tanyanya. Untungnya setelah dia selesai mandi, keluar kamar mandi menuju kamarnya hanya memakai handuk saja tidak pakai apa-apa lagi. Kubuka belahan kemaluannya dan aku melihat apa yang di namakan klitoris, yang biasanya aku melihat di situs-situs X, akhirnya kulihat secara langsung. “Tahan dikit ya Ne…” kataku.Langsung kututup mulutnya pakai tanganku dan batang kemaluanku kuarahkan ke liang kemaluannya.












