Dengan penuh kelembutan dan cinta, Inneke Koesherawati menduduki selakanganku, kedua tangannya memegang kepalaku dan mengajak terus saling berpagut, kami bermain lidah saling menjulur, sesekali Inneke Koesherawati menarik bibirnya karena tidak kuat akan pagutan yang lama, ketika menghela nafas kembali Inneke Koesherawati langsung menangganpi lumatanku berkali kali.Haaaaan eeeeeh .. Bokeb payah sahut suaminya.Inneke Koesherawati semakin nekad, membuka lemari kecil menyimpan obat obatan, sebutir obat tidur dicelupkan dalam minuman, dan tanpa sepengetahuan suaminya Inneke Koesherawati memberikan minuman itu, tanpa curiga suaminya menenggak tanpa curiga.Aku mau nerusin mandi aaaaaah .. aku sore pulang kok .. tunggu di rumah yaaa .. Tak terasa aku akhirnya terlelap dalam mimpi, tak kurasakan pagi pagi ketika belum genap jam 06 pagi, aku merasakan penisku terasa ada yang mengocoknya, aku membuka mataku dan kulihat Inneke Koesherawati dengan penuh ekspresi senyum kepadaku mengocok batangku.Sayaaaaaaaaang .. nggak tahan nich . Entah kurasakan Inneke Koesherawati ketika menutup




















