“Emang mau?”. Bokep korea Yang kiri lalu yang kanan. Lalu kami pun menuju mobilku. Tercatat pp, PND, PBB, PKB, PAN dan PK telah berhasil. Terdengar suara aneh. Politik? Aku suntuk nih.” Katanya menghembuskan asap putih dari mulutnya. Tubuh kami berkeringat dengan sedemikian rupa dalam ruangan mobil yang mulai panas, namun kami tidak peduli, kami sedang merasakan nikmat yang tiada tara pada saat itu. “Tidak ikut tadi?”
“Nggak.”
“Kenapa?”
“Lagi marahan aja.”
“Wah.., gawat nih.”
“Biarin aja.”
“Kenapa emangnya?”
“Dia ketangkap basah selingkuh dengan temanku, tapi tidak mengaku.”
“Perang, dong?”
“Aku marah! “Mas, Mas wartawan ya?” katanya kepadaku. Aku pun merasakan nikmat yang luar biasa. Aku mainkan lidahku di puting kedua buah dadanya yang mulai mengeras. Gadis itu memakai kaos partai yang mengaku reformis,—aku rahasiakan saja baiknya—yang telah dipotong sedikit bagian bawahnya, sehinggs seperti model tank top, sedangkan bawahannya memakai mini skirt berwarna putih. Aku berhenti, lalu aku bertanya kepada Mikha
“Mikha kamu udah pernah dijilatin itunya?”
“Belum…, kenapa?”.




















