“Ahh…, yeah…, sekarang masukin deh penis mas yang besar itu di memekku”, katanya sambil naik turun di atas pahaku. Bokepindo “Non…, saya juga hampir keluar..”, kataku. Dijilatinya CD-ku sambil tangannya meremas-remas pantatku. Tak berapa lama terasa cairan hangat membasahi penisku. Kemudian tangannya meremas-remas penisku dari luar CD-ku. “Ayo jangan ragu-ragu…”, perintah Non Juliet melihat aku agak ragu. “Ahh…, yeah…, sekarang masukin deh penis mas yang besar itu di memekku”, katanya sambil naik turun di atas pahaku. Tak berapa lama kemudian, akupun tak tahan lagi. “Jadi malu dia nanti..”.Segera aku bukakan pintu mobil bagi Non-ku, dan temannya ternyata juga ikut dan duduk di kursi belakang. Dia tersenyum sambil mengelus-elus pantat dan pahaku. “Tahan sebentar mas…, keluarin dimulutku…”, kata Non Juliet.Non Juliet dan Niken berlutut di depanku, dan Niken yang sejak tadi tampak tak tahan melihat kami bersetubuh di depannya, langsung mengulum penisku di mulutnya.




















