“Ahhhhh… Esssshhhhhh, Ahhhhh” Ira memejamkan matanya, elusan-elusan lidah Pak Romi membuatnya terlarut dalam kenikmatan yang diberikan oleh penjaga perpustakaan sekolah itu. Bokeb ” tangan kiri Pak Romi menjambak rambut Ira dan menarik kepala gadis itu ke arah wajahnya. “Ckkk, Ckkkkk Ckkkkk…..”, suara mulut Pak Dion berdecakan dengan mulut Ira. Ira mendesah dengan kuat, beban besar di pundaknya terangkat oleh rasa terangsang, rasa tertekan itu diusir jauh – jauh, kemudian ditiup terbang oleh rasa kenikmatan yang merayapi sekujur tubuhnya. “Ha Ha HA…, Bagus, Bagus….! Reina memekik kecil ketika mulut Farida mengecup bibir vaginanya dengan kasar. Tubuhnya terasa lemas tidak bertenaga, isakan tangis gadis itu malah membuat nafsu birahi keempat guru bejat itu semakin bergelora.Pak Dede dan Pak Amhad tersenyum kemudian melepaskan pegangannya pada bahu gadis itu. “Ahhhhhh….., nnggggghhhh, Ngghhh” gadis itu menjerit keras kesakitan kemudian mengerang-ngerang, suara erangannya justru membuat nafsu binatang Pak Dion semakin bergolak.




















