Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Bokep asia Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. berember-ember. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.******Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”Sedang aku? berember-ember. Dug! Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Abi belum bisa sabar seperti Rasul.




















