“Sori,” bisikku sekali lagi. Nafsuku tak tertahan lagi, kuputar tubuhku menghadapnya, dan kupeluk ia. Bokep live Kali ini ia menarik salah satu tali bra-nya hingga terjatuh sampai ke lengan. Kulihat ia memperhatikan rumah kecilku dengan seksama. Dengan alis berkerut kugelengkan kepalaku. Aku mengambil tempat satu sekat kursi dari tempat ia duduk. Aku tertawa melihatnya. Ia memandangku dengan bibir setengah terbuka. Aku berjumpa dengannya di resepsi pernikahan sahabatku, kurang lebih empat jam yang lalu. Bagiku ini cukup rapi,” kudengar ia berkata dari belakang. Lalu aku terbang ke alam fantasi. Ia mengikutiku.“Maaf. Kupejamkan mataku, menghisap buah dadanya, dan memainkan jemariku. Kualihkan pandanganku ke arah gelas di atas meja. “My God,” desahku tanpa sadar. Kamu suka mendengar semua ini?”
“Setiap pulang kerja.” Ia lalu memasukkan satu CD ke dalam deck, lalu memencet beberapa tombol dengan raut percaya diri.




















