Kami ngobrol beberapa saat, kulihat jam sudah menunjukkan pukul 4 lewat.“Aku pulang dulu ya Za, udah sore.”Aku berpamitan pada Reza.“Nginep sini wae, emang ga capek bolak balik? Bokeb Kupegang tangan kanannya, dia tak menolak, tapi suasana sesaat menjadi hening. Matanya memejam, berusaha menikmati gerakannya. Membuatnya terlarut dalam kenikmatan yang tiada tara. Ooooh……! Rezaaaaaa!!!” Aku mencupang payudara Reza. Lucu deh kayanya,” Aku menyambut tangannya,halus, putih, begitu pikiranku ketika pertam menyentuh tangannya.“Oooh……, Reza Lawang Sewu, nama panggungku itu”“Hahaha, ada ada aja deh, oh iya aku Jhony, panggil aja Jhon” sambil menyudahi acara jabat tangan yang lumayan lama.Setelah berbasa basi sejenak, speak speak iblis pun meluncur manis dari bibir tipis tak berdosa ini, setelah bertukar nomer telfon kita janji kalo ada kesempatan kita akan ketemu lagi. Sambil di teriaki para personil OM Pantura yang lain, dengan malu malu aku bejalan ke depan, sedikit berjoget di depan ribuan simpatisan yang












