“Om, mandi dulu deh, udah waktunya makan. Secara perlahan-lahan digerakkan keluar-masuk kontolnya ke dalam nonokku. Bokepindo Dan menusuk sedikit ke dalam. Dia kembali membawa gelas berisi air putih, diberikannya kepada ku yang langsung kutenggak sampe habis. Mataku kadang terbeliak-beliak. Namun tidak seluruhnya, kepala kontol masih dibiarkannya tertanam dalam nonokku. Betis kananku ditumpangkan di atas bahunya, sementara betis kiriku didekatkan ke wajahnya. Sementara tangan kami saling meremas-remas kulit punggung. Aku mengambilkan teh untuknya dan kemudian masuk ke kamar. Mungkin karena lelah seharian membereskan rumah. Sebagai pengantin baru, tentunya aku dan suamiku lebih sering menghabiskan waktu di kamar. remasannya kuat sekali… Tangan om nakal sekali..Sssh… sssh… ngilu… ngilu…Ak… kontol om … besar sekali… kuat sekali…”
Aku menarik wajahnya mendekat ke wajahku. Kontolnya mulai bergerak keluar-masuk lagi di nonokku, namun masih dengan gerakan perlahan. Kulit punggungku yang teraih oleh telapak tangannya diremas-remas dengan gemasnya.




















