“eh, nggak pegel apa tidur di sofa? gue cuma bingung aja tadi, mau nanggepinnya gimana” balasku, perlahan mulai ku sadari bahwa tidak ada jalan keluar lain selain membicarakan semua masalah dengan baik-baik“ya udah, kalo gitu gue tidur duluan yah..”sambung Nadia dengan senyum manis di wajahnya. Bokep mom Matahari mulai menampakan diri di ufuk timur, kuputuskan untuk keluar dari kamar ku untuk membuat secangkir kopi di dapur. Menatapnya dengan penuh rasa cinta. Dirumah, Nadia ternyata pulang lebih cepat. “lo masih punya pacar yah waktu kita nikah” kucoba untuk membuka mataku pelan-pelan, kutatap wajahnya yang kini sangat dekat denganku, posisi tubuh Nadia sudah menindih sebagian tubuhku“nggak,, emang napa?” tanyaku balik“penasaran aja, abisnya lo dingin banget..serem tau” jawab ida sambil tersenyum kecil“gue cuman kaget aja, keadaan berubah drastis banget” ujarku“ohh… gue kira lo jeruk makan jeruk lagi…” sambung wanita itu“ahh….lo kate gue maho?” jawabku bercanda, tangan Nadia perlahan mulai memelukku




















