““Iya bener .. Bokepindo Mendadak aku merasa bersalah.“Curiga ya dia”“Ah .engga .” katanya sambil menghambur ke tubuhku.“Syeni bilang, masih belum dapat giliran, nunggu 2 orang lagi” lanjutnya.“Suamimu tahu kamu ke sini”“Iya dong, memang Syeni mau ke dokter” Tiba2 dia memelukku erat2.“Terima kasih ya Mas … nikmat sekali .. Dipadu dengan rok mini warna coklat tua, yang membuat sepasang kakinya mulusnya makin “bersinar”.Dari kartu pasien tertera Syeni namanya, 28 tahun umurnya.“Kenapa Bu .” sapaku.“Ini Dok . Lalu Syeni naik ke atas meja, melangkahi tubuhku, menyingkap rok mininya, memegang penisku dan diarahkan ke liang vaginanya, terus Syeni menekan ke bawah duduk di tubuhku. Siapa yang meminta remasannya dilanjutkan walaupun aku sudah bilang tak ada benjolan ? Mungkin faktor inilah yang membuat para ibu muda itu datang ke tempatku. Kalau kuteruskan, ada kemungkinan aku tak bisa menahan diri lagi, keterusan dan ,,,, melanggar sumpah dokter yang selama ini kujunjung




















