Kumasukkan memory card kosong ke kameraku. “Kenapa Om berhenti nemuin aku…? XNXX Aku mendengar dengan miris selagi Belinda menceritakan bagaimana dia terlena dan sesudahnya baru menyesal.“Ya ampun, Bel, aku nggak nyangka Jordy seperti itu…” potongku, sementara tanganku bergerak sendiri merangkul Belinda berusaha menghibur, tapi Belinda seperti tak peduli dan terus bicara.“Habis itu, foto-fotonya terbit di majalah. Apa nggak ada cara lain…” tanyaku putus asa.“Om mau nawarin jalan keluar lain seperti apa?” tantang Belinda. Udah sebulan. Di balik setirnya tampak seorang laki-laki berkulit kuning, berkacamata tebal, berumur lebih tua daripada aku. Ringtone? Aku diantar Om Jordy ke sana. Rasa pahir dalam hatinya seperti terasa di bibirnya. Belinda hanya bisa mengerang dan mendesah karena tak bisa mengingkari kenikmatan yang timbul, sehingga dia lupa akan betapa malunya dia ketika ada di jalan tadi. Foto terus.”Tubuh Belinda turun lagi. Yang bisa kuucapkan cuma “Kenapa… Bel?”Belinda mendesah kesal.




















