Meleleh Sampai Tak Bisa Bangun, Terima Kasih Adik Tiriku, Kau Yang Terbaik

Direngkuhnya aku dalam pelukannya. Tusukan-tusukan itu seolah merobek tubuhku, hingga 15 menit kemudian tubuhku bagaikan kesetrum dan mengucurlah cairan dari nonokku dengan deras sampai membasahi pahaku. Bokeb “Terus terang aku tidak tahu harus berterima kasih bagaimana kepadamu. apa tidak ada warna lain? Kontol om Edo mulai menerobos nonok Lina. Tak berapa lama kontol om-om Edo berhasil juga menyeruak kedalam nonok Lina, walaupun baru sebatas kepala dan separo batangnya saja. Dia hanya tertawa terkekeh-kekeh melihat reaksiku. Lina tak berkedip melihat aku dientot secara “doggy-style”. “Ahh…ssstt…” erangan nikmat keluar dari mulut Lina. Perutnya rata bener, mungkin belum punya anak, apalagi dengan berlian yang ditindikkan di pusarnya sebentar sebentar berkilauan bila dia menggerakkan tubuhnya. Om Edopun memulai lagi aksinya. Sementara tampak Lina sangat terangsang melihat aku menikmati kontol om-om Edo. Walaupun mulutnya masih terus menghisap hisap toket Lina, terdengar bisikannya padanya “ Goyang Lin, goyang pantatmu supaya kontol ku

Meleleh Sampai Tak Bisa Bangun, Terima Kasih Adik Tiriku, Kau Yang Terbaik

Related videos