“Kamu jahhaaattt……!!”, serunya tiba-tiba, masih sambil menangis dan memukuli dadaku dengan kedua tangannya. Setelah memasukkan amplop (yang saya yakin isinya cuma senilai kwaci bagi pasangan tersebut), mengisi daftar hadir dan mengambil souvenir yang dengan ramah diberikan oleh penerima tamu (pretty enough, but not my type), saya menyusuri elevator yang menuju ke lantai II, tempat acara tersebut diselenggarakan. Bokep indo Terasa sentuhan lembut tangan Revy pada pinggulku dan mendorongnya ke depan untuk menghujamkan kejantananku dalam tubuhnya. “Tempat biasa” yang Revy maksud tentunya masih seperti yang dulu, tempat kita sering nongkrong bareng. In fact I have been falling in love with you since we’re in school”, jawabku mencoba untuk tegas. “I’m cumming Rev, I’m cummiiinngg…!!.”
Kami berteriak hampir berbarengan kala orgasme menyapa kami dalam waktu yang bersamaan. “Ryo…..ini kamu? Saya hanya mampu mengusap lembut rambutnya. Jawabnya pernah, bahkan selalu….




















