Masih dalam keadaan memakai ****** namun bugil di bagian bawah, aku berjalan sempoyongan ke dapur mengambil kain lap dan segelas air putih.Waktu aku kembali ke ruang tamu, Pak Hambali sedang mengancingkan lagi bajunya, lalu meneguk air yang tersisa di gelasnya. Ia bilang wangi ruang tamunya enak sehingga kepenatannya agak berkurang, aku senyum-senyum saja karena ruang itu terutama sekitar “medan laga” kami tadi telah kusemprot pengharum ruangan untuk menutupi aroma bekas persenggamaan tadi. Bokep live Kamu wanita sopan, baik dan suci di balik ****** dan pakaian2 muslimahmu. Bapak jadi penasaran sekali dengan kemulusan dan keindahan tubuh dik Citra yang selalu tertutup ****** ini.” Aku sudah tak mampu lagi mendengarkan celotehannya.Yang aku rasakan hanyalah geli…gatal…nikmat…yang menuntut pemuasan. Namun sejujurnya aku mengakui….penisnya memang sangat besar dan panjang…inilah yang membuatku merasa sangat nikmat,jauh lebih nikmat dibanding saat bercinta dengan suamiku.Akhirnya aku pun melepaskan ****** putihku dan mandi membersihkan tubuhku dari sperma,




















