Syukurlah selama ini bisnisku lancar-lancar saja demikian pula perkawinan kami.Ketika hendak kupencet bel kuurungkan siapa tahu pintu tidak dikunci. Kuturuni perlahan tangga menuju dapur kembali. Bokeb Itulah santapan rohaniku. Keteknya dibiarkan berbulu, ah sensasional sekali. Begitu adegan selesai aku dengan perlahan sekali menutup pintunya. Tuussuukkhin liidaahhmu Pak.. Oh ya, setelah 9 tahun menikah kami belum dikarunia anak. Kuning agak pucat warnanya. Uuddaahh”Sambil mengejang-ngejang keduanya melepas energi terakhir dan terbesar yang disertai ledakan kenikmatan luar biasa. Aku ingin mengintip kegiatan isteriku di kamar spesial kami. Kuambil sebatang rokok lalu kunyalakan. Sengaja kali ini aku tidak memberitahu agar lebih dahsyat pekikan-pekikan kangen isteriku itu. Aku semakin ngaceng.“Ohh.. Lalu lintas tidak macet karena ini hari Minggu.Dari luar ruang tamu nampak terang disinari lampu, berarti isteriku ada di rumah. Pada mulanya pasif. Ssooddooghh.. Wah.. Aku ingin mengintip kegiatan isteriku di kamar spesial kami.




















