Aku berhenti sejenak untuk menikmati denyutan-denyutan yang timbul akibat kontraksi otot-otot dinding kewanitaan Eksanti. Bokep asia Matanya yang sayu ditambah dengan rangsangan yang tengah dialaminya, menambah redup bola matanya. Eksanti mendapatkan kenikmatan yang sempurna. Lagi pula dia juga tampaknya tidak sungguh-sungguh untuk melarangku. mau keluaarr.. Aku sambil tersenyum menatapnya seraya bertanya, “Kamu nggak ke kantor hari ini?”
“Lagi kurang enak badan nih, Mas, tadi Santi bangunnya kesiangan, jadi males banget ke kantor”, jawabnya singkat, sambil menggigit bibir bawahnya. Aku merasakan liang senggama Eksanti semakin berdenyut sebagai pertanda Eksanti akan mencapai puncak pendakiannya. Aku terkagum-kagum ketika menatap dua gundukan daging di dadanya, yang masih tertutup oleh sebuah berwarna bra berwarna hitam. Aku terdiam. Aku merasa aneh atas sikapnya yang berubah-ubah dan suka menggoda. Kini, Eksanti mulai berani membelai dan menggenggam kejantananku. Ada semacam kesedihan di wajahnya hanya saja aku tak tahu apa penyebabnya.




















