Apalagi tubuh Ibu Lastri yang begitu besar sehingga selain capai bergoyang aku juga harus menahan bobot tubuhnya yang kelewat besar.Dua hari setelah pertempuranku dengan Ibu Lastri, Hpku berdering. Bokepindo Ibu.. Kusedot puitng susu Ibu Ayu dengan kuat sambil tanganku membelai punggung dan meremas pantatnya, kami terus berpacu mengejar sejuta nikmat yang begitu fantastis yang selalu di hayalkan hampir semua orang, dan akhirnya
“Arrgg Pento.. enak sayang.. Pento.. Hisap yang kuat sayang Ibu Ibu.. Ibu sampee”,
“Arrgg buu.. lagsung naik saja sudah ditunggu “. Pento.. “Pento ya?, mari masuk jangan bengong gitu dong, ntar kesambet si manis jembatan ancol lu “. ternyata kamu nakal juga ya.. Setelah kuberikan Nomor HP ku kukecup kening Ibu Ayu dan akupun pamit pulang.Di dalam taksi aku masih tidak habis pikir bahwa Orang seperti Ibu Ayu yang merupakan public figur dan artis terkenal juga nenek dari beberapa orang cucu, ternyata masih membutuhkan orang sepertiku




















