Sempat sebelum menundukkan kepalanya, Ningsih sempat melihat lambaian tangan Dartowan yang meminta dirinya datang mendekat.Dartowan menggeser kursi didekatnya dan menyuruh Ningsih yang sudah datang mendekat untuk duduk di kursi yang didepan dia duduk.“Silakan duduk dik…”, kata Dartowan pelan, masih terpesona dengan adegan sensual yang dilihatnya tadi.“Iiya… kak…”, menimpali kata kakak tirinya yang tampan dalam pandangan mata indahnya itu.Ningsih tidak lagi memanggil ‘mas’ pada kakak tirinya itu, kata-panggilan itu hanya membawanya pada kenangan buruk yang belum lama berselang dialaminya. Bokep hijab Masih jelas dalam ingatannya, PRT pertama ayahnya itu bernama bi Nurasih, sejak Dartowan masih kecil selalu memandikan dan mengurus segala kebutuhannya dengan telaten.Mertowan menjawab dan memberitahu Dartowan supaya menunggu saja dengan sabar, kemungkinan besar bi Nurasih akan datang dengan PRT yang diminta itu… kerumahnya.***Sekarang hari Kamis, tadi sore Dartowan sesampainya dari kantor langsung saja pergi mandi, setelah itu melepaskan penat sejenak dengan ‘tidur-tiduran ayam’ ditempat tidur yang













