Kuangkat kepalaku dan memandangnya. Kedua lengannya terbuka saat aku berhadap-hadapan dengannya. Bokepindo Lalu aku terbang ke alam fantasi. Semua kesan romantisme hilang dalam sekejap. Aku menekan pedal gas dan menyetir, tanpa sedikitpun tahu kemana aku harus menuju. Kulihat ia memandangku, masih dengan senyuman di bibirnya. “Sori,” bisikku sekali lagi. “Hey, geli. Kuangkat tubuhku ke atasnya, dengan sebelah kaki menopang di sofa, dan sebelah lagi menopang di lantai. Lalu aku terbang ke alam fantasi. Akhirnya kubuka pintu mobil dan melangkah keluar. Pelukannya di leherku terlepas. Alisnya berkerut, bibirnya setengah terbuka, seolah hendak mengatakan sesuatu. Kali ini lebih lama daripada yang tadi. “Kenapa kamu bertanya demikian? Atau aku pakai baju lagi.” Mengerang, kutarik tubuhku. Ia memiliki sesuatu yang membuatku tak jenuh kala memandangnya.




















