Setelah itu, dilanjutkan ke bawah lagi, berhenti di
dadaku. Kemudian Mbak Mira berjalan mundur masuk kamar mandi sementara rudalku
ditariknya.Aku meringis menahan rasa sakit, sekaligus pengin tertawa
melihat kelakuan Mbak Mira itu. Bokeb Kalau sampai kamu lakukan, aku tidak akan pernah memaafkan kamu!” Aku
terbangun, rupanya dalam tidurku aku bermimpi Mbak Mira memperingatkanku
tentang Farah, adiknya. “Maksud Mbak, apa?” aku bertanya tidak mengerti. Bisa nggak dapet bis
kalau kesorean,” jawabku. Kubuka lebar-lebar. Praktis acara
pada saat itu hanya jalan-jalan ke Mall dan makan di ‘food court’. Akhirnya aku duduk kembali. “Baca di rumah,” bisiknya.Aku lega melihat Mbak Mira datang ke counter bus PATAS AC
seperti yang diberitahukannya lewat sobekan kertas. Aku merebahku tubuhku yang
terasa lemas di samping Mbak Mira, sambil memandanginya yang asyik mengusap
meratakan spermaku di tubuhnya. Mbak Mira nampak
sangat feminin dalam kulot hitam, blouse warna krem, dan kaos yang juga
berwarna hitam.




















