Sadar Miranda bahwa dia diculik olehku, matanya menunjukkan kebencian dan kemarahan namun hanya mmpphh.. Ha.. Bokeb Bentaarr..” lalu aku buka lakbannya. Aku pulang agak malam dan agak mabuk karena terlalu asyik dengan mitra kerjaku.Aku sangat bernafsu saat melihatnya tertidur pasrah terikat di kamarnya. Aku mesti ke kantor nich.. Langsung aku angkut ke dalam jok mobil belakang. Atau sesekali membiarkannya terikat rantai anjing itu di sebuah pilar yang ada di apartemanku.Jadi tidak selamanya Miranda terikat seperti manakala pertama kali aku culik. Aku mesti ke kantor nich.. Mmpphh..” jawabnya. Ku parkir sejenak.. Kamu diam dulu.. Lalu “Mau pipis..” lanjutnya.Langsung aku membopongnya dipundakku, membawanya ke toilet.. Sisa 4 hari lagi Miranda cinta ku akan kembali bekerja; aku mengembalikan keberadaannya sebagaimana korban penculikan.. Haa..!”Sejenak wajah cantik yang agak tenang itu berubah khawatir.. Kamu ini lucu sekali.. Ha.. Ha.. Aku baringkan dia di tempat tidur itu serta menutup tirai-tirai yang ada




















