Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri. Bokep mom “Kamu tidak perlu melakukan itu.”
“Aku tidak ingin kamu sakit.”
“Aku sudah pakai jas hujan.”
“Itu tidak cukup.”
Lalu, sebuah mobil di seberang jalan membukakan pintu. Mereka mengeluarkan beberapa barang berupa bubuk yang lumayan kecil, menghirupnya sedikit, lalu tertawa-tawa. Siapalah aku, aku hanyalah tiang listrik yang mengadu nasib di jalan raya.,,,,,,,,,, Aku yakin sekali, orang tuanya sudah berhasil mendidiknya dengan ajaran agama. Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu. Pernah suatu malam, aku melihat kejadian paling miris yang membuat aku sempat berdoa agar segera dicabut Tuhan. Pikiranku mendadak kacau. Aku langsung ingin mengutuk diri. Anak itu kembali menyodorkan jualannya, tapi kini cara berdirinya kurang stabil.




















