Sejumlah lembaran seratus ribuan tampak dari ujung amplop yang terbuka.“Itu untuk kamu dan anakmu. Bokep asia 5 juta rupiah!” kata Bu Yena.“Untuk saya?” tanyaku heran.“Ya, untuk kamu,” tegas Bu Yena.“Wah, untuk apa ini, ya, bu?” tanyaku tak mengerti. Ragu aku berdiri di depan pintu.“Masuk, Andi!” suara Bu Yena agak meninggi, setengah memerintah.Aku mendorong pintu. Di kantor, para karyawan demikian segan dan hormat padanya, dan tak pernah ada yang bicara buruk tentang perempuan luar biasa ini.Di mobil, ketika tak sedang menelepon, Bu Yena tak banyak bicara. Seksi nian orang satu ini. Yena hanya memberiku istirahat sejenak sebelum ia mulai menyerang aku lagi. Bunyinya, : Sopir cabang Bali sakit. Senang juga rasanya naik pesawat untuk pertama kalinya. Bu Yena berjalan menghampiriku. Saya taruh sini, ya!” kataku gugup. Sebuah kamar yang nyaman dengan lampu redup, dan suara debur ombak.




















