Sampai-sampai tubuh Maya berayun-ayun. Mataku melebar memandangi dua gundukan manis tertutup kain pink tipis. Bokep korea Sedang Maidy, adiknya Murni entah nglayap kemana. aku segera berpikir, apa bener ya gosip yang beredar di tempat kost ini kalo si Maya ada mau sama aku.“May, kok diam aja? Malah waktu itu aku aku lagi marahan sama doski.Waktu itu aku nganggap Rere nggak bener-bener sayang sama aku. Makin lama makin keras sampai-sampai ranjang itu berdecit-decit. Tapi lama kelamaan aku tak tega juga membuat Maya menahan kencing. Kemudian aku jejalkan ke pangkal selakangan yang membuka itu.“Tahan ya sayang…engh..”
“Aduh… sakiiit mass…”
“Egh… rileks aja….”
“Mas… aah!!!” Maya menjambak rambutku dengan liar.Slup… batang penisku yang perkasa menembus goa perawan Maya yang masih sempit. Lalu masukkan lagi, keluar lagi begitu berkali-kali. “Maya bener mau?” Gayung bersambut nih, pikirku. Aku termasuk cowok yang populer di kampus (sekeren namaku).




















