Kulepaskan kerah bajunya. XNXX “Ray, kamu tahu?”
“Apa?”
“Masalah Jay. Aku merasa bingung, terlalu banyak rahasia yang masih tidak kupahami selama dua bulan ini. Jay bangkit berdiri dan menghampiriku. Aku memang malas kuliah, aku harus mengakuinya. Setan, umpatku dalam hati. Sial benar. Chie mendekap mulutku dengan bibirnya, menjatuhkanku di samping tempat tidur. Mungkin aku takkan sesedih Chie, mungkin juga. “Ah.. Chie. “Ray!” Sebuah suara lirih berbisik di telingaku. “Sentuh aku, Ray!” desahnya di dadaku. Apalagi di saat-saat seperti ini. Merasakan kehangatan air matanya yang membasahi dadaku. Perkenalan kami sangat singkat, namun dari tatapan mata masing-masing aku dan dia langsung menyelami arti sebuah keakraban. “Masalah apa?” tanya Ray. Masih banyak gadis untukku. Namun sebuah tepukan di pundakku membuka mataku. Betapa aku menikmati ketakjuban perasaan yang dibawanya.




![Payudara Besar Kakak Ipar Yang Tak Terjaga Bikin Tak Tahan, Langsung Kutancap! Meski Bingung, Tapi Kontol Besar Adik Ipar Terlalu Nikmat, Sampai Ia Tersenyum Dan Berkata “hari Ini Khusus Untukmu” Sambil Melayani Dengan Gila! Piston Gila Yang Tak Berhenti Meski Sudah Klimaks Berkali-kali! Ah… Lebih Besar Daripada Kakamu… [bagian 3]](https://bokepindolive.vip/wp-content/uploads/2025/12/f49b201c2bf717bc1bb0df631f7f34c5.22.jpg)















