Hal ini semakin ingin aku menggandengnya lebih lama.Akhirnya aku dan Winny melewati jalan gelap sambil bergandeng tangan terus sampat tempat gardu pandang. Tanpa berkata ba, bi, bu, ku gandeng tangan Winny, dia tak menolak, aku semakin berani untuk segera merangkulnya.“Gimana Win? Bokep mom Om, nakal” sahutnya sambil tersenyum.Sabtu sore itu kami diberi kesempatan untuk pulang mengengok keluarga masing-masing. Kami berdua saling berpelukan, saling berciuman, melumat bibir, saling meremas, entah berapa lama.Kami semakin tidak sadar kalau berada diruang terbuka. Tercium, bau parfum yang wangi dari tubuhnya. 30 kami berdua jalan-jalan mengelilingi taman parkir, gardu pandang, telogo nirmolo, dan akhir berhenti duduk-duduk karang Pramuka.Saat itu Winny memakai jaket tebal dan celana jeans ketat. dia bertanya lagi“Disini” jawabku sambil terus mempererat pelukanku kepadanya.“Om, nakal” Winny meronta tapi aku tetap meneruskan pelukanku bahkan semakin erat dan akhirnya perlahan-lahan dia menikmati juga kehangatan pelukanku bahkan membalas dengan pelukan yang tak kalah erat.Peluk




















