Kami berpelukan erat dan kembali berciuman dengan penuh gelora.Sambil berciuman tangannya menjalar turun mengelus punggungku dan meremas kedua belah pantatku. Dengan mesra dia membenamkan penisnya sedikit demi sedikit.“Oohh.. XNXX Udah lemas gini” tanyanya melihatku yang bernafas ngos-ngosan.“Nggak, lu juga masih kuat kan, sekarang kita ganti gaya yah!” kataku sambil bangkit dan bertumpu dengan kedua tangan dan lututku.Pinggulku kutunggingkan seakan menantangnya memperlihatkan kemaluanku yang merah dengan bulu-bulunya hitam yang lebat. Gimana yah, susah omongnya nih, ya agak shock juga tadi abis baru kali ini” jawabnya gugup.“Ada pikiran macam-macam gitu nggak waktu ngegambar tadi?” pancingku lagi.“Emm.. Fuck me like that.. Fuck me like that.. Kulucuti celananya tanpa menghiraukan reaksinya yang malu-malu, terutama ketika akan kubuka celana dalamnya.“Iihh.. Pengen sih sekali-sekali dilukis gitu, gimana?” tawarku.“Wah, bener nih Ci? Lu mau dilukis gimana?” tanya Felix yang baru keluar dari toilet.“Oohh.. Nggak lah.. Geli Ci..











