Istriku mengeluarkan desahan merajuk, ku arahkan kepalanya dgn lembut kearah kanan, Nakim menatapku seakan tak percaya. Bokeb Nakim sempat melirik kepadaku, kurespon dgn mengangkat jempolku sesaat. “apaan nih,Mas?”,tanya Nakim heran. “ga usah ribet, targetnya juga ga ngerti kok soal mabuk2 gitu”,jwbku. Karena Nakim benar2 percaya kalau waktu itu istriku dalam keadaan mabuk berat dan kemudian menyangka permainan itu adalah hanya antara aku dan istriku.Beberapa hari kemudian Nakim pun berangkat kerumah tanteku. Istriku bercerita dgn nada lucu, sehingga aku jadi ikutan tertawa.“nah,kamu nakal yah”,godaku pada istri. Segera kutangkap bibir merahnya dgn bibirku, bersamaan dgn itu Nakim pun meremas dada istriku dgn telapak tangannya.Remasan Nakim membuat buah dada istriku tergerak naik jadi hampir keluar dari balutan bra merahnya. Istriku pun kusuruh bersikap biasa saja. “yah,itu juga kalo ada sela’nya,mas”,jwb Nakim yg nampak lbh santai dari sebelumnya.Aku tersenyum dan otakku terinspirasi jawaban si Nakim.




















