Lalu aku menembakkan spermaku ke wajah Chintya dan Voni, Chintya langsung menghisap kontolku sampai lemas.Akhirnya kami bertiga tergeletak lemas di atas ranjang, di depanku ada Icha, di kiriku ada Chintya, dan di dadaku terbaring tubuh Voni.“Thanx banget, Mon. Tetapi Voni masih bisa lepas dari dekapanku.“Katanya cuma cium, masa kayak gitu??” Katanya sambil sedikit tertawa“Tapi suka kan?” Bilang aja… Ya kan? XNXX Mereka semua meraung-raung, mendesah, dan berteriak kenikmatan.Icha yang sepertinya sudah mulai bosan menghisapi kontolku mulai bangkit dan berusaha menduduki kontolku dan memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang sudah basah terangsang. Aku mulai bangkit, kulihat banyak sekali spermaku di memek Chintya yang meluber keluar memeknya.“Enak banget beibh… ****** kamu keras banget… Aku suka banget…” katanya, ia pun terbaring lemas, menaruh kepalanya di atas tubuh IchaKulihat Voni mengangkangkan pahanya, dan memasukkan 2 jarinya ke dalam memeknya.




















