Seperti biasanya, pak Mamang menawarkan diri untuk mengantarku, tapi kutolak halus karena aku ingin menyetir mobil sendiri.Dalam perjalanan, aku mengingat-ingat kejadian pagi ini, dan membayangkan besok aku harus melayani mereka bertiga lagi karena kokoku kuliah pagi sampai siang.Hmm, sebelum ke sekolah? Bokep jilbab Jo… kamu…”, desahku nikmat.Joko tersenyum penuh kemenangan, membuatku sedikit jengkel juga, tapi hanya sebentar, karena rasa nikmat langsung melandaku ketika Joko mengulangi gayanya kemarin,ia memeluk pinggangku, dan menarikku berdiri. Non Cindy sendiri kan yang minta? Dan cukup keras untuk membuat aku serasa melayang ke awang-awang.Rasa nikmat ini akhirnya membuat aku orgasme, kembali kakiku melejang-lejang membuat jepitan vaginaku pada penis pak Mamang makin erat, dan ini membuat pak Mamang kelabakan, penisnya berkedut-kedut.Ia segera menarik penisnya lepas dari vaginaku dengan tergesa-gesa, dan segera membenamkan penisnya dalam mulutku.Segera semprotan spermanya yang juga terasa asin dan gurih, membasahi kerongkonganku.Aku terus melahap sperma itu, menjilati dan mengulum penis itu




















