Kedua tanganku memegang kedua payudaranya dari belakang badannya. “Rugi!”, jawabku singkat dengan bergurau tanpa kupikir akibatnya. Bokep india “Pingin tahu rasanya?”, tanyanya dengan senyum menggoda dan menuju ke arahku. “Mmm.. “Nanti setelah Mbak kukenalkan, ganti Mbak kenalkan saya”, jawabku sambil meneguk kopiku yang masih panas dengan hati-hati. “Mana bisa aku menolak dibawah ancaman cubitannya Mbak”, jawabku bergurau. Kemudian Iswani meninggalkan penginapan sementara aku hanya dapat termenung.Tiba-tiba aku merasakan sebuah rasa kesepian menyelinap masuk dalam hatiku padahal sejak lama aku terbiasa bepergian jauh seorang diri bahkan dengan jangka waktu yang lebih lama dari ini, tapi kali ini beda. Seusai mengulang dan merubahnya hingga kurasa cukup, kuhentikan kegiatanku tersebut. ssh.. Kulihat waktu masih menunjukkan pukul 3 pagi lebih sedikit. “Itu karena pikiranmu belum dewasa. Aku ke Banjarmasin ini juga karena dia mau mengunjungi istri dan anaknya di Jakarta”, jawabnya pelan.




















