Aje gileee!“Kok manyun San?” tanyaku basa-basi sedikit sebelum mulai makan, sebab kulihat juga raut wajah doi agak sepet.“Ngapain tadi eloe tanya-tanya ke Carol, apa eloe sendiri ngga bisa liat?” tanyanya ketus sekali.Kaget juga aku, aku di ketusin seperti ini. XNXX Biasa, jam-jam seperti ini anak FE, FIA dan FH baru saja mau masuk kuliah. Bosan juga rupanya mereka. Anaknya cukup supel dan aktif. Masalahnya aku belum ingin, paling tidak untuk saat ini.Masalahnya konsentrasiku saat ini adalah ingin jadi dokter dulu. Lama-lama kakiku yang kesemutan sendiri. Salah setel kali ya? Apalagi aku masih ingin happy-happy saja dulu. Doi ini anak Surabaya asli. Tetapi pentil susunya juga tidak keliatan.Membuat penasaran saja. Bubar P4 masih seminggu lebih lagi, aku dekat dengan Irene, sebab kami sama-sama diminta menjadi anggota tim perumus akhir P4.Sesudah itu kami bubaran karena kuliahku teratur dari pagi jam 7 sampai jam 2 siang, sedangkan doi tidak










