No info
Kira-kira pukul 12.30 siang, anak-anakku sudah pulang dari sekolah. Dari atas loteng sampai kedengaran bunyi cucpp … cuuuppp … cuuupp. Bokep stw Membuatku makin aku penasaran, aku naikan jari tanganku keatas dan pas dikaret celana dalam warna putih itu, aku selipkan kelima jari-jari ku. Dan kupeluk tubuhnya dengan eratnya. Rasa geli dan perasaan lain mungkin melanda dirinya. “Bu … ”,
“Iya Jo ?”,
“Boleh Bejo mencium Ibu ?”,
“Kenapa Bejo mau mencium Ibu ? “Hmmmmmm … Ibu lebih dari itu sayang dan sulit Ibu ceritakan.” jawabku sambil kepalaku tiduran di dada Bejo . Karena sikapnya itu Bejo seolah sudah dianggap istriku sebagai anaknya sendiri. Aku pegang bahunya, dan ia menatapku sembari membelai pipiku. Dan BH ku dilepaskannya dari kedua belah tanganku. Maklum kalau dengan suamiku aku tidak ada getaran dan kecemasan, tetapi dengan orang lain yang belum lama kukenal perasaan semua itu muncul.



















