“Aaahh Ana… kamu hebat sekali, aku nggak kuat” kata saya sambil tersenyum pada Ana. XNXX pelan.. “Samaa Dik, aku jugaa aaahh” jerit Ana tertahan berbarengan dengan muncratnya sperma saya keluar. Rupanya Ana punya maksud lain dengan membiarkan batang kemaluan saya itu tetap di dalam liang kewanitaannya. Wajahnya lumayan manis, kulitnya putih bersih dengan rambut sebahu, yang kadang suka membuat saya agak degdegan juga saat melihatnya. Dengan perlahan saya mulai menghujamkan batang kemaluan saya, semakin dalam semakin hebat gelinjang Ana.Setelah saya rasakan semua sudah masuk, perlahan saya mulai bergerak keluar masuk, pelan.. Gerakannya memutar dan naik turun. Saya teruskan ke bagian dadanya sambil perlahan saya lepaskan branya. “Teruskan Dik, aku pingin” katanya. “Kamu manis sekali Ana” Ana hanya diam saja sambil tetap menunduk. Karena salah itu, saya meralat dengan menekankan tombol yang benar, yang mau tidak mau, saya harus memegang jarijari manis Ana.




















