“Hei, hei.. Bokep mom aawww…sakittt!” jeritnya. sadis.. “Aduhh.. “Wah, apa sih pake rahasia segala, ya udah deh, gua merem nih,” kataku.Aku bersandar di ranjang sambil memejamkan mata, kudengar suara tirai ditutup dan Diana berkata, “Awas jangan ngintip ya, ntar batal loh hadiahnya!” disambung dengan suara Sinta ketawa cekikikan. Kusibakkan rambut panjangnya ke samping kiri lalu kujilat-jilat leher kanannya, kugigit pelan sambil menyapunya dengan lidahku. ahhhh.. Aku melepaskan sebentar tusukanku dan mengintip dari jendela apakah ada yang datang ke sini, lega aku melihat koridor masih sepi tanpa suara dan kamar sebelahku juga sudah gelap, kurasa dia sudah terlelap. “Sudah, boleh buka mata belum Ci?” “Tunggu bentar lagi.” jawabnya. “Hei, hei.. Puting yang ranum itu kusedot dan kutarik-tarik dengan mulutku dan dada kanannya kuremas-remas sambil memencet putingnya. Kuambil tisu lalu kubersihkan cairan kenikmatan yang mengalir membasahi tungkainya.Kami berdua terdiam sesaat memulihkan tenaga kami yang terkuras.


